Pagi

Pagi ini jalanan masih sepi. Lalu lalang kendaraan belum begitu banyak. Kecepatan kendaraan masih rata-rata. Toko-toko masih tutup, mungkin bisa jadi mereka bukanya agak siang.
Jakarta kota yang kini semakin terlihat rapih, meskipun masih ada pojok-pojok yang masih butuh renovasi. Trotoar yang rapih, meskipun diokupasi oleh beberapa orang yang menjajakan jasa perbaikan poles body mobil dengan memasang tulisan “cat duco”,
Perjalanan dari rumah ke kantor hanya berkisar 20 menit, yang lama menunggu transportasi online-nya untuk datang.
Menyapa dengan tulus. Energi pagi ini memang berbeda dengan energi di waktu-waktu lain. Tidak heran jika kita diminta untuk bangun pagi dan mencari rejeki.
Tadi subuh tapi udaranya lumayan membuat menggigil. Sebenarnya ini bukan Jakarta yang kuinginkan, Jakarta yang kuinginkan adalah Jakarta yang hangat. Mungkin karena cuacanya yang musim penghujan, menjadikan Jakarta lumayan dingin.

Tiba di kantor pukul 06.22, disambut dengan sapaan hangat para sekuriti dan petugas resepsionis serta mancadaya. Hangat tanpa dibuat-buat. Terkadang, kita mendapatkan respect yang tulus dari mereka yang ada di kalangan yang tidak berada, lebih memanusiakan manusia. Tidak seperti mereka yang ada di atas. Mudah-mudahan mereka semua diberikan perlindungan oleh Yang Maha Kuasa, diberi dan dijamin penghidupan oleh Sang Maha Pemberi Hidup.
Pukul 07.30 aktivitas akan segera dimulai. Mulai untuk melakukan pengabdian kepada sang ibu pertiwi. Kadang terbersit di benak saya, kehidupan inikah yang aku ingin jalankan? Apakah akan berbeda jalannya jika aku mengambil pilihan-pilihan yang berbeda dari yang sekarang aku jalani ini? Kata orang hidup itu pilihan, lantas apakah bisa kita memilih opsi-opsi sebelumnya? Pilihan yang pernah ada di daftar mau kemana kita selanjutnya.
Apakah cerita kehidupan saya akan berbeda, misalnya, jika saya waktu itu mengambil jurusan sastra Jepang, karena saya lulus waktu tes masuknya. Apakah saya bisa jadi warga negara Jepang? Menikah dengan orang lokal sana? Menarik sebenarnya kalau kita kilas balik ke masa lampau. Hal-hal yang mungkin pernah menjadi konsideran kita untuk mengambil jalan hidup.
Tapi, semuanya mungkin sebaiknya ditinggalkan di belakang saja. Ada hal-hal yang sebaiknya untuk dilupakan, sesekali dikenang, atau dijadikan pelajaran hidup, hal-hal yang mungkin membuat kita bersyukur untuk tidak mengambil jalan tersebut.
Hidup bukan untuk dikenang, tapi untuk dijuang. Agar tidak jadi orang yang selalu mengenang masa lalu dengan segala pilihannya.

Diterbitkan oleh ardiansyahsalim

nothing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: