Rabu, 16 Desember 2020

Wow!
Pertama-tama hanya ingin mengucapkan puji syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala atas nikmat, rahmat, dan karunia-Nya. Hari ini saya menerima berita bahagia. Skor tes IELTS (International English Language Test Systems) saya meraih nilai 7!
Ini sebuah capaian yang luar biasa bagi saya, dimana tahun sebelumnya saya hanya mendapatkan nilai 6. Maaf, saya bukan bermaksud untuk menyombongkan diri tapi sangat sulit untuk menyembunyikan perasaan senang ini.


Mungkin yang belum pernah mengikuti tes ini sudah merasakan betapa sulitnya meraih nilai overall (keseluruhan) 7. Mengingat tes IELTS ini memiliki beberapa tipe tes. Nilai tes keseluruhan adalah penjumlahan dari total nilai yang diperoleh dibagi dengan nilai 4. Tahapan tersebut lebih dikenal dengan istilah L R W S (Listening, Reading, Writing, dan Speaking).


Berdasarkan informasi yang ada di internet, berikut penjelasan tiap tahapan dari tes IELTS, yaitu:
Tes IELTS terdiri empat bagian,

Listening terdiri dari 4 sesi, total 40 soal, waktu 30 menit.

Reading, 3 sesi, 40 soal, 60 menit

Writing, 2 soal, 60 menit.

Speaking, 3 sesi, 11-14 menit (diwawancarai oleh native speaker (penutur bahasa asli)). Peserta tes akan diminta untuk berbicara dengan native speaker secara langsung. Peserta akan ditanya beberapa pertanyaan tentang dirinya sendiri dan sebuah topik.

Tes IELTS berdurasi lebih lama dibandingkan TOEFL yaitu dapat mencapai 2 jam 45 menit.
(Dikutip dari: https://www.kampung-inggris.com/informasi-umum-mengenai-tes-ielts/).

Lebih lanjut dikutip dari situs yang sama, tes IELTS dilaksanakan oleh beberapa lembaga, namun yang lebih amannya mengambil tes IELTS resmi yang diselenggarakan oleh British Council punya. Kantor pusat British Council Indonesia Foundation terletak di Office 8, Jl. Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Biaya tesnya menurut situs British Council adalah Rp. 2.900.000,- (biaya tahun 2020). Dan ada kemungkinan tiap tahun mengalami penyesuaian tergantung kebijakan dari British Council itu sendiri.


Saya jadi bersemangat untuk menatap masa depan. Peluang-peluang yang ada mungkin bisa dicoba, seperti mencari beasiswa di luar negeri. Karena minimal nilai IELTS yang dipersyaratkan adalah 6.5, sementara nilai amannya adalah 7. Hal ini menjadi penyebab orang-orang berlomba untuk mencapai nilai 7.
Yah, tapi terkadang kebahagiaan kita bisa jadi menjadi penderitaan orang lain. Mungkin saya terlalu berlebihan merayakan kesuksesan saya ini, sementara banyak yang memperoleh nilai yang 7, bahkan mungkin 7.5. Saya minta maaf untuk itu. Tapi, saya hanya tidak mempercayai saya bisa sampai pada titik ini. Pada hidup saya yang diisi oleh kegagalan demi kegagalan. Hanya memberikan apresiasi atas kemampuan saya sendiri yang sampai saat ini saya masih sulit untuk percaya.

Bahkan guru les saya dari Royal English, Malang (anyway, thank you so much Mr. Sunu dan Miss Yerita atas bimbingannya selama IELTS preparation!) juga tidak mempercayainya. Beliau berasumsi bahwa mungkin saya hanya mendapat nilai 6, seperti tahun lalu.


Yah, sudahlah. Sudah terlanjur.

Mungkin banyak yang membenci saya atas hal ini. Di mana saya share nilai saya di grup. Maybe I am over excited, bragging about my scores. It is just i never felt this way before. Sorry to those who have been hurt by my attitude. Doesn’t mean that, though. Once again so sorry….

Diterbitkan oleh ardiansyahsalim

nothing.

3 tanggapan untuk “Rabu, 16 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: