Surat untuk abang

Hai abang….
Tulisan ini Pak Ngah tujukan untuk abang. Mungkin kelak pada waktunya Pak Ngah akan ceritakan ke abang atau abang mungkin mengetahui dengan sendirinya. Pak Ngah mungkin tidak mahir menggunakan kata-kata indah yang mendayu-dayu, karena mungkin apa yang Pak Ngah sampaikan ini sesuatu yang bisa jadi pahit dirasa.
Abang, dalam hidup ada pertemuan dan ada perpisahan. Itu merupakan sebuah keniscayaan, karena semua yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi.

Mungkin abang sudah merasakan apa yang terjadi. Pak Ngah hanya bisa bilang sabar dan menerimanya sebagai hal yang lumrah. Abang mungkin marah, kesal, dan mencari siapa yang salah atas apa yang terjadi sekarang. Pak Ngah maklum Bang. Take your time ya Bang. Itu manusiawi kok. Tapi Pak Ngah berharap abang tidak lama-lama dalam perasaan itu. Abang harus melanjutkam hidup abang, masa depan abang masih terbentang jauh di depan. Masih banyak yang abang harus lakukan untuk masa depan abang.

Abang masih perlu mengeksplorasi dunia yang luas, tempat-tempat yang abang perlu kunjungi, tempat-tempat yang indah di penjuru dunia ini. Kejar mimpi-mimpi abang yang belum tercapai, karena dengan mimpi-mimpi itu kita akan semangat menjalani hidup yang semakin berat ini.

Dan jikalau abang “jatuh”, jangan terpuruk. Bangun bang, berdiri tegap lagi dan terus berlari. Mudah-mudahan abang tidak gampang menyerah, karena hidup penuh ujian. Siapa yang lulus ujian hidup akan menjadi manusia yang lebih baik dan bijaksana.

Tetap sayangi ayah dan ibu meskipun semuanya tidak akan sama. Jaga kakak dan adik, karena abang laki-laki tertua dari semua saudara-saudara abang. Mungkin abang merasa ini berat, tp tanggung jawab ini merupakan karunia buat abang. Percayalah ini merupakan kekuatan abang, karena seperti kutipan yang ada di film Spider-Man, with great power comes great responsibility. Jadi tanggung jawab ini abang pikul karena abang memiliki kekuatan untuk melaksanakannya. Pak Ngah percaya abang kuat menanggungnya.

Itu dulu dari Pak Ngah bang. Kapan-kapan pada saatnya kita bicara tentang apa yang terjadi. Semangat ya bang. Jangan lupa ibadahnya diperkuat lagi ya. Seperti halnya Pak Ngah juga berusaha untuk memperbaiki ibadah Pak Ngah juga. Kita saling mengingatkan ya. Karena nasihat dari orang-orang tujuannya baik, abang harus mendengarkannya, terlepas dari abang menjalankan nasihat-nasihat orang tersebut.

Pak Ngah sayang abang.

Diterbitkan oleh ardiansyahsalim

nothing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: