The Power of Maaf

Suatu hari saya pernah kesal sekali. Ketika saya mendaftarkan via Whatsapp Business untuk jadwal berobat jalan ibu saya dengan salah satu rumah sakit di Jakarta. Lucunya, jadwal untuk hari itu baru diresponsnya hari yang bersamaan. Praktis saya jadi marah-marah dan komplen ke pihak RS bersangkutan.
Untungnya pihak RS minta maaf atas kesalahan ini. Dan memberi solusi bahwa berobatnya bisa melalui video call. Dan untungnya semua berjalan dengan baik.
Saya sangat mengapresiasi permintaan maaf yang sudah disampaikan oleh pihak rumah sakit tersebut.

Bicara tentang permintaan maaf, terkadang kekuatan maaf bisa membuat seseorang luluh, tapi terkadang juga maaf belum tentu meluluhkan. Banyak orang yang sudah meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat tapi pada akhirnya kesalahan tersebut berulang dilakukan, dan ucapan maaf pun sudah tidak lagi dipercaya. Karena maaf harus diikuti dengan janji. Janji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. Tidak hanya cukup dengan janji, tapi juga harus dibuktikan dengan perbuatan. Karena percuma ketika berjanji dan meminta maaf tapi perbuatannya pun berulang.

Saya jadi ingat ketika seseorang melakukan kesalahan, berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Tapi entah kenapa diulang lagi. Hal ini pada akhirnya membuat orang-orang yang telah disakiti atau dikhianati tidak akan kembali lagi.

Hidup telah mengajarkan banyak hal pada saya, bahwa kepercayaan sekali dirusak tidak akan pernah kembali seperti semula. Ibaratnya piring yang sudah pecah maka meskipun direkatkan kembali tetap ada bekas pecahnya.

Mungkin dalam hidup kita pernah merusak kepercayaan orang lain kepada kita atau bisa jadi sebaliknya, kita dikhianati oleh orang yang kita percayai. Sehingga kadang kita sulit mempercayai orang yang ada di dekat kita, bahkan orang yang paling kita sayangi pun bisa mengkhianati kita atau kita mengkhianatinya.

Hidup memberikan kita pelajaran bahwa dalam hidup ini tidak ada yang abadi. Semoga semua akan termaafkan seiringnya waktu dan melupakan serta menyembuhkan segala luka. Luka memang akan membawa bekas, tapi luka pasti akan sembuh.

Tulisan ini hanya sebagai pengingat bagi diri saya, kalau kelak saya bisa jadi dalam posisi mengkhianati atau dikhianati. Bahwa saya harus siap dengan segala konsekuensinya.

Semoga kita semua bisa mengambil hikmah atas segala kejadian.

Diterbitkan oleh ardiansyahsalim

nothing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: