Langit

Langit Jakarta
Langit biru membentang indah, awan berarak dengan berbagai bentuknya menjadi simfoni yang menenangkan. Belakangan saya suka dengan langit Jakarta yang biru. Tidak seperti sebelum pandemi, dimana langit Jakarta kusam dan seperti mendung, padahal ini dikarenakan polusi udara yang tinggi di Jakarta.

Langit Cisarua
Langit Jakarta sangat berbeda dengan langit Jakarta. Saya sulit sekali mendapati langit Cisarua yang bersih karena selalu ditutupi awan cumulus nimbus yang menandakan sewaktu-waktu bisa turun hujan di Cisarua. Namun, langit Cisarua berbeda dengan langit Jakarta. Langit Cisarua terkadang suka muncul pelangi setelah hujan. Meski saya pribadi belum mendapatinya. Langit Jakarta sebenarnya ada juga pelangi tapi tidak seindah pelangi di langit Cisarua. Terkadang di Cisarua juga turun halimun setelah hujan deras. Menambah suasana syahdu. Saran saya, jangan pernah sendirian kalau di Cisarua. Bisa membuat kecendrungan melankolis dan cenderung depresi, hehe.

Langit Maastricht
Saya pernah melihat langit Maastricht, Belanda salah satu kotamadyaatau gemeente istilah Belanda-nya. Maastricht terkenal dengan Perjanjian Maastricht-nya dimana negara-negara Eropa mengadakan perjanjian untuk menyatukan diri menjadikan Uni Eropa dan mata uang Euro sebagai mata uang resmi Uni Eropa diperkenalkan. Langit Maastricht tidak ada tandingannya. Bersih dan birunya sangatlah biru. Saking birunya, jejak-jejak avtur pesawat sebagai residu nampak terlihat. Terkadang langit Maastricht dihiasi jejak-jejak pesawat yang panjang seperti tali-tali putih yang saling melintang dari berbagai pesawat yang melintas langit Belanda. 

Langit Bali
Namun, bagi saya langit yang paling indah adalah langit di pantai Bali kala senja tiba. Menyaksikan matahari terbenam di ufuk barat diganti dengan selimut malam, adalah the best view i’ve ever had. Tak heran, banyak turis atau orang asing yang pergi menempuh ribuan kilometer dari negaranya hanya untuk menyaksikan momen ini.

Dalam hidup saya, sudah banyak langit yang saya saksikan. Ada langit Jepang, langit Papua, langit Dili, dan langit-langit lainnya. Tapi terkadang saya suka abai dengan langit-langit di tempat-tempat yang saya kunjungi. Kadang ada yang membawa kesan, kadang saya lupa karena saya tidak terlalu memperhatikannya.
Tapi semua tempat memiliki deskripsi langit yang berbeda-beda di setiap momen. Mudah-mudahan saya diberi kesempatan untuk menyaksikan langit-langit lain di berbagai belahan dunia, seperti langit aurora borealis di Islandia, atau langit Mekkah, langit Turki, dan lain-lain.

Diterbitkan oleh ardiansyahsalim

nothing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: