Corona (trilogi 3)

Sebenarnya sudah banyak saya menulis tentang corona. Betapa corona telah merenggut nyawa dua orang kawan saya. Namun demikian, alhamdulillah-nya di awal tahun baru 2021, saat ini bangsa Indonesia telah kedatangan vaksin Sinovac dari Cina.

Ini membawa rasa optimisme dan secercah harapan terkait pandemi ini. Namun, yang masih menyedihkan adalah masih tingginya angka penyebaran virus ini.

Tingginya angka penyebaran ini disebabkan masih kurangnya kesadaran masyarakat kita menggunakan masker. Bahkan, banyak dari masyarakat kita yang meskipun sudah menggunakan masker namun tidak secara proporsional dalam pemakaian masker. Maksudnya banyak orang yang menggunakan masker tapi masih terlihat hidungnya. Ingin rasanya mengeplak kepalanya. Pakai masker itu harus tertutup mulut dan hidung secara keseluruhan!

Kadang, saya suka kesal dengan para supir transportasi online, terutama mobil, ketika saya menggunakan jasa mereka. Mereka beranggapan bahwa karena di mobil mereka aman, sehingga mereka menggunakan maskernya tidak secara benar. Hidungnya masih terlihat. Bahkan tak jarang menggunakan maskernya di bawah dagu, agar mereka leluasa bernapas dan berbicara. Jujur saya parno jadinya.

Sejak itu saya tidak pernah lagi mengajak supir transportasi online berbicara. Karena jujur saya khawatir sekali dengam corona ini.
Bisa jadi ada yang beranggapan corona ini tidak ada, ini hanyalah hoaks yang dibuat-buat. Saya pun begitu pada awalnya. Hal yang membuat saya tersadar adalah ketika orang-orang yang saya kenal terkena virus ini. Inilah titik dimana saya akhirnya saya parno dengan orang-orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan dengan benar.

Doa kita semua tentunya virus ini semoga lenyap dari muka bumi. Agar kita kembali normal dan bisa dengan leluasa menjalankan aktivitas kita.

Dan sambil berdoa dan berharap virus ini hilang, kita seharusnya menjalankan ketentuan dan protokol kesehatan dengan benar sesuai anjuran pemerintah. Jangan menjadi (maaf) ‘bajingan masker‘, istilah untuk orang-orang yang menggunakan maskernya tidak menutupi hidung, mulut, dan dagu mereka.
Ya, sedemikian kasar penyebutan orang-orang di sosial media terhadap orang-orang yang tidak benar menggunakan masker. Tapi, saya jujur setuju dengan orang-orang yang kesal ini. Karena angka penyebaran corona masih tinggi di Indonesia dan juga di dunia, bahkan adanya varian baru dari corona ini, seharusnya kita saling membantu satu sama lain memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Terakhir, maskermu untukku, maskerku untukmu!

Diterbitkan oleh ardiansyahsalim

nothing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: